Review Maardani By Saathiya

10425035_1536444599918778_1004199677675552561_nSebelumnya ini bukan review tapi sekedar unek2 setelah nonton Mardaani, mudah2an bukan spoiler. Tentunya unek2 berikut berdasarkan seorang fans yg sejak melihatnya pertama kali langsung jatuh hati padanya dan mencintainya tanpa syarat hahaha

Mardaani…Mardaani…Mardaani film yang cukup menggemparkan dunia Ranians (bagi yg udah nonton di bioskop pasti tambah gempar dan yg lom nonton silakan penasaran hihihihi hehehe). Apalagi ditambah review2 jurnalis yang sangat positif

Alur cerita beginilah (Mardaani) yang sebenernya saya harapkan diterapkan oleh Pradeep Sarkar pada Laagan Chunari Mein Daag. Fokus ke konflik pemain utama TAPI ya sudahlah nasi udah jadi bubur dan Pradeep memperbaikinya di Mardaani. Cerita Mardaani sebenernya udah umum kita saksikan tapi menurutku kekuatan lain dari film ini adalah penampilan para pemain tentunya sang Heroine Rani Mukerji dan dialog2 yang cukup menggelitik, menyindir, mudah diingat. ( yang cuma nonton streaming doank n gak paham artinya pasti feelnya kurang greget cm dapat actionnya doank xixixixi)

Awal film sudah disuguhi scene2 yg cukup bikin tegang plus bikin ketawa (yg lom nikah pasti pada bingung klo denger tuh suara hahahha). Film diawali dengan penggerebekan dirumah susun yang dilakukan oleh Shivani Shivaji Roy serta polisi lain sesuai dengan jabatannya sebagai Inspektor cabang kriminal.

Kisahpun berlanjut ke kehidupan rumah tangga Shivani Shivaji Roy yang cukup harmonis yang bikin ranians tetep bisa senyum-senyum sendiri melihat kejailan Shivani dan sang suami. Itupun tidak lama dan langsung masuk ke adegan2 yang bikin tak berkedip, menyayat hati dan menahan nafas sampai ending (ada jedanya juga kalii buat ambil nafas heheh). Selanjutnya silakan nonton sendiri..pokoknya banyak kejutan-kejutan yang ditampilkan Rani yang bikin Ranians slalu bangga padanya dan gak akan pernah nyesel pernah mencintainya

Ada 2 adegan yg membuatku bikin sesak haru. Yang pertama saat Shivani ketemu Pyari di club prostitusi dan ada kalimat yg diucapkan Pyari ke Shivani “Aku tetap hidup hanya karna kau” kalimat ini bikin seeerrrr di hati ini, selain karna terbawa alur cerita kalimat tersebut juga seperti “Aku tetap bertahan didunia fans bollywood karna kau (Rani)” hihihihihi. Yang kedua saat setelah Shivani menghajar musuhnya sampai babak belur dan bilang “Di India seseorang yang mati karna dilakukan satu orang disebut pembunuhan tapi kalau yang melakukan 50 orang disebut kemarahan publik” lalu Shivani memberi kode ke Pyari (Kode apa itu? tentunya yang bikin ngilu hati n mata kalau gak kuat liatnya. Nonton sendiri yaaa? hihihi) dan meninggalkan tempat itu sambil menyahut jaketnya yang berada diatas meja. Jalannya di slomotion diiringi lagu anthem Mardaani lalu menuju kran dan membasahi kepalanya. Di adegan ini haru plus bangga banget menjadi yang namanya Ranians yang mencintai seorang Rani Mukerji. Seolah-olah adegan ini Klimaks dari kecintaan ke Rani hehehehe *yang berusaha melupakan Rani jangan coba-coba nonton Mardaani klo gak mau kepelet lagi hahahaaa poke Bu Jubir RMLI.

Kelebihan :

– Penampilan semua pemain sangat bagus termasuk ibunya Karan yg ingin aq bejek-bejek wlw cuma tampil beberapa menit

– dialognya bagus2, alur mudah diikuti

– Rasa haru, bangga, sedih, marah kumpul jadi satu

Kekurangan :

– kurang laammmmaaaaaaaaaa terasa cepet banget

– drama n adu strategi antara Shivani dan Karan kurang banyak

Itu aja ya jangan banyak2 hehehe

Pokoknya harus beli DVD nya yg gak di sensor minimal ori India wkwkwkwkw

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s